Metode Penyembuhan Jerawat dengan Retinoid Topical dan Benzoil Peroksida

Penyembuhan jerawat kadang butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Tergantung tingkat keparahan kasus jerawat yang dialami. Kita bisa mengobati beberapa kasus jerawat seperti komedo hitam, komedo putih, atau bintik-bintik kecil menggunakan bahan khusus (krim atau gel) yang mengandung zat aktif benzoil peroksida. Produk ini biasanya bisa kita beli tanpa harus menggunakan resep dokter.

Obat jerawat yang biasanya harus dibeli dengan resep dokter biasanya antibiotik topical, retinoid topical, benzoil peroksida, asam azelaic, tablet antibiotik dan tablet isotretinoin. Jika kita pergi ke dokter umum maka bisa saja kita dirujuk ke dokter spesialis kulit apabila muncul nodul (jerawat parah) yang cukup menyakitkan atau muncul papula dan pustula dibagian punggung, wajah dan dada.

Penyebab Jerawat

Siapapun bisa berjerawat tidak peduli orang dengan jenis kulit normal, kering, atau berminyak. Pemicu munculnya jerawat karena tersumbatnya folikel rambut akibat tercampurnya kotoran, sel kulit mati dan sebum. Sebum sendiri merupakan zat khusus untuk mencegah kekeringan kulit dan diproduksi oleh kelenjar minyak. Akibat sumbatan dari percampuran tersebut muncul infeksi bakteri sehingga berakibat pada peradangan.

Seperti yang diulas diawal, pada beberapa kasus jerawat biasanya ditandai munculnya komedo hitam dan komedo putih. Pada jenis komedo hitam sumbatan folikel membuka pori-pori kulit, namun sebaliknya pada jenis komedo putih justru sumbatan folikel tedapat di bawah permukaan kulit sehingga menyebabkan tonjolan.

Yang harus diingat, sebaiknya kita tidak menganggap remeh kasus jerawat biasa maupun komedo sebab kondisi tersebut dapat memicu munculnya jerawat yang lebih parah. Jerawat ringan (bintik-bintik), komedo hitam dan komedo putih dapat berkembang menjadi papula, pustula, dan nodul. Bahkan ada beberapa kasus dimana muncul kista akibat penyumbatan folikel yang sudah dijangkiti jenis bakteri kulit.

Perubahan hormon sering dituding menjadi pemicu jerawat. Secara garis besar jerawat muncul pada orang-orang dewasa yang disebabkan adanya perubahan hormon. Menurut survey, 8 dari 10 kasus jerawat  pada orang dewasa dialami oleh wanita. Hal ini cukup beralasan sebab dibanding pria, diwaktu-waktu tertentu intensitas perubahan hormon pada wanita lebih sering (misalnya saat menstruasi atau kehamilan).

Masa pubertas juga beresiko tinggi terhadap munculnya jerawat. Secara umum hal ini dialami kaum remaja yang beranjak dewasa. Di masa pubertas kelenjar minyak memproduksi sebum jauh lebih banyak. Kondisi ini memicu meningkatnya hormon testosterone. Kasus jerawat muncul di masa pubertas karena produksi sebum melebihi kuantitas yang seharusnya dibutuhkan kulit.

Penyebab munculnya jerawat bisa juga karena stress, kecanduan rokok, efek samping obat-obatan, juga faktor keturunan. Obat-obatan yang biasanya memicu tumbuhnya jerawat yaitu jenis obat steroid juga obat antiepilepsi. Konon jenis viatamin B2, B6, dan B12 juga memiliki efek samping jerawat meskipun intensitasnya cukup rendah.

Jerawat karena faktor keturunan biasanya terjadi apabila orang tua (salah satu atau dua-duanya) pernah mengalami kasus jerawat di masa lalu. Potensi menurunkan kasus yang sama pada anak-anaknya sangat tinggi bahkan tingkat keparahan jerawat cenderung lebih tinggi sebelum memasuki usia dewasa.

Menyembuhkan Jerawat dengan Retinoid Topical

Pada proses penyembuhan jerawat, Retinoid Topical berfungsi mencegah terjadinya penyumbatan folikel rambut karena sel kulit mati. Disamping itu Retinoid Topical ini cukup efektif mengurangi produktivitas sebum berlebihan pada kelenjar minyak. Jenis obat Retinoid Topical yang paling sering digunakan untuk kasus jerawat yaitu Adapalene dan Tretinoin. Keduanya biasanya tersedia dalam bentuk krim atau gel. Obat jerawat ini bekerja lebih optimal di malam hari sehingga lebih tepat jika digunakan 20 menit menjelang tidur. Tentunya setelah mencuci wajah terlebih dulu.

Meskipun cukup ampuh menyembuhkan jerawat namun sebaiknya hati-hati terkait penggunaan obat Retinoid Topical. Untuk wanita hamil sebaiknya menghindari penggunaan obat ini karena bisa mengakibatkan cacat lahir. Disamping itu pemakaian harus dengan dosis atau takaran yang tepat. Selama penggunaan disarankan juga menghindari paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.

Pengobatan jerawat menggunakan Retinoid Topical biasanya memakan waktu minimal 6 minggu. Namun jika tidak ingin jerawat muncul kembali disarankan untuk tidak menghentikan pemakaian, namun frekuensinya dikurangi. Pada kasus jerawat tertentu biasanya dokter merekomendasikan penggunaan Retinoid Topical dikombinasikan dengan Dapsone untuk hasil lebih maksimal. Meski demikian penggunaan kombinasi obat ini bisa menyebabkan efek samping. Untuk jenis kulit hipersensitif biasanya kulit terlihat kering dan kemerahan.

Menyembuhkan Jerawat dengan Benzoil Peroksida

Penyumbatan folikel oleh sel kulit mati dapat dicegah dengan menggunakan Benzoil Peroksida. Disamping itu Benzoil Peroksida ini juga mampu membunuh bakteri yang biasanya menginfeksi folikel rambut yang tersumbat. Cara pengaplikasiannya hanya digunakan pada area wajah yang berjerawat 20 menit setelah mencuci wajah. Sama seperti Retinoid Topical, Benzoil Peroksida biasanya juga berbentuk krim atau gel siap pakai.

Penggunaan Benzoil Peroksida yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit, jadi sebaiknya digunakan sesuai dosis atau takaran yang dianjurkan. Adapun efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan obat ini yaitu sensasi gatal dan menyengat, bahkan muncul rasa panas pada kulit. Bahkan untuk jenis kulit yang sangat sensitif bisa menyebabkan kulit terasa keras, kering, kemerahan, bahkan mengelupas.

Untuk menghindari iritasi kulit akibat efek samping Benzoil Peroksida, sebaiknya menghindari paparan sinar matahari berlebihan. Perlu diingat, obat ini menimbulkan rangsangan yang bisa menyebabkan kulit lebih sensistif terhadap sinar ultraviolet. Dalam penggunaannya sebaiknya hindari kontak dengan rambut atau pakaian sebab jenis obat ini juga memiliki efek memutihkan.

Terkait efek samping yang muncul akibat penggunaan Benzoil peroksida sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Artinya semua efek samping yang timbul dapat hilang dengan sendirinya apabila pengobatan telah selesai atau dihentikan. Untuk menghilangkan jerawat secara keseluruhan biasanya Benzoil Peroksida digunakan minimal 6 minggu. Namun seperti halnya obat jerawat lain sebaiknya penggunaan obat ini tidak dihentikan untuk mencegah jerawat muncul kembali. Hanya frekuensinya saja yang mungkin perlu dikurangi.

Tips agar Jerawat Tidak Semakin Parah

Cara memperlakukan jerawat yang salah dapat memicu kondisi jerawat yang semakin parah. Untuk mencegah iritasi atau bahkan infeksi, jangan terlalu sering mencuci atau membersihkan area kulit yang berjerawat. Idealnya cukup mencuci wajah yang berjerawat sehari dua kali. Gunakan jenis sabun atau pembersih wajah dengan pH balance dan air hangat. Hindari memakai air terlalu panas atau terlalu dingin agar jerawat tidak semakin parah.

Selama masa penyembuhan jerawat sebaiknya tidak menggunakan kosmetik berlebihan. Jika terpaksa harus menggunakan kosmetik pilih jenis kosmetik berbasis air yang tidak berpotensi menghalangi atau menutup pori-pori kulit. Untuk jenis kulit kering sebaiknya menggunakan pelembab berbasis air yang biasanya tidak mengandung unsur parfum. Yang harus diingat, selama proses pengobatan jerawat jangan terlalu berharap hasil maksimal dalam waktu singkat. Untuk mengobati jerawat secara tuntas butuh waktu 3 bulan atau lebih, jadi butuh kesabaran selama proses pengobatan berlangsung.